2025-11-20
Sistem navigasi inersia (INS) adalah inti dari teknologi mulai dari militer dan dirgantara hingga otomotif dan elektronik konsumen. Sistem ini menyediakan navigasi yang akurat tanpa sinyal eksternal, mengandalkan perangkat inersia presisi tinggi.
Sensor inersia mengukur gerakan dan orientasi:
Giroskop – Melacak kecepatan sudut dan orientasi
Akselerometer – Mengukur percepatan linier
Mengapa ini penting: Sensor-sensor ini menentukan posisi, kecepatan, dan sikap, membentuk tulang punggung dari setiap INS.
Aktuator membantu mengendalikan atau menstabilkan orientasi sistem:
Mekanisme Pengindeksan
Roda Momentum Gimbal
Mereka sangat penting untuk presisi dan stabilitas, terutama dalam sistem dirgantara dan navigasi kelas atas.
Unit Pengukuran Inersia (IMU) menggabungkan sensor menjadi satu sistem. Kinerja bervariasi berdasarkan tingkatan:
| Tingkatan | Kesalahan Posisi | Drift Giroskop | Aplikasi |
|---|---|---|---|
| Strategis | < 30 m/j | 0.0001–0.001 °/j | Kapal selam, ICBM |
| Navigasi | < 1 nmi/j | < 0.01 °/j | Pemetaan presisi tinggi, navigasi umum |
| Taktis | 10–20 nmi/j | 1–10 °/j | Sistem terintegrasi GPS, senjata |
| Komersial / Otomotif | Variasi besar | 0.1 °/s | Pedometer, otomotif, navigasi biaya rendah |
Tips: IMU kelas komersial juga disebut kelas otomotif.
Perangkat inersia berkualitas tinggi menentukan kemampuan dan akurasi dari sistem navigasi. Mereka memungkinkan:
Pertahanan strategis (panduan rudal, kapal selam)
Navigasi presisi (pesawat terbang, kapal)
Elektronik konsumen (keselamatan otomotif, perangkat yang dapat dikenakan)
Singkatnya, dari memandu rudal hingga mendukung teknologi sehari-hari, perangkat inersia sangat diperlukan.